Kontrak Pelatih Tim Bulutangkis RI Sudah Habis, tapi Tetap Berdedikasi

Kontrak Pelatih Tim Bulutangkis RI Sudah Habis, tapi Tetap Berdedikasi

Kontrak para pelatih bulutangkis nasional udah habis terhadap Desember 2020. Tapi mereka selamanya mendampingi atlet Indonesia di Thailand.

Kepengurusan PBSI periode 2020-2024 udah memberitakan secara formal daftar susunannya terhadap 23 Desember lalu. Namun, lanjutan sektor pelatih sampai kini tetap sinyal tanya. Apalagi, kontrak para pelatih diketahui udah habis sejak Desember 2020.

Meskipun udah habis era kontraknya, para pelatih selamanya mendampingi Fajar Alfian Cs ke Bangkok, Thailand, manfaat ikuti rangkaian turnamen BWF World Tour Super 1000 selama sebulan.

Menurut pelatih ganda campuran, Richard Mainaky, apa yang dilakukan jajaran pelatih tim bulutangkis Indonesia waktu ini merupakan anggota berasal dari tanggung jawab yang sempat tertunda.

Seperti diketahui, hampir hampir semua turnamen BWF disetop dan ditunda penyelenggaraannya sebab pandemi virus Corona. Nah, BWF World Tour Final 2020 juga yang digeser perhelatannya menjadi 27-31 Januari 2021.

“Itu, kan, keliru satu dedikasi seorang pelatih. Itu tanggung jawab juga sebab pertandingan yang tertunda. Jadi tetap tanggung jawab kami untuk program tahun 2020. Jadi tetap tanggungan sebab final super seriesnya 2021. Jadi itu otomatis,” kata Richard kepada detikSport, Kamis (7/1/2021).

Mengenai SK pelatih baru, pria asal Ternate ini, tetap menunggu pengumuman pemanggilan berasal dari pengurus baru. “Kami tak memahami kapan, tapi kayaknya didalam pekan ini atau pekan depan. Kebetulan tepat menyangkut Rionny sebagai Kabidbinpres dan dia tengah ke Thailand, bisa saja itu yang jadinya tertunda,” dia mengungkapkan.

“Selain itu, bisa saja juga menunggu pelantikan pengurus PBSI baru, sesudah itu diumumkan SK pemanggilan atlet dan pelatih. Lagipula di SK kan wajib ada sinyal tangan ketua, kami juga wajib sinyal tangan kontrak baru,” Richard menegaskan.

Ia memaklumi suasana pandemi COVID-19 supaya membuat hampir semua rancangan menjadi rumit dan berdampak ke sejumlah faktor juga program turnamen.

“Tapi selama saya melatih kurang lebih 27 tahun berlanjut terus begitu. Itu kan tinggal SK dan perjanjian pelatih, bisa saja ada peraturan baru atau apa sebab ini pengurusan baru. Jadi tak ada masalah,” ujarnya.

Hal mirip diungkapkan pelatih ganda putra di tim bulutangkis Indonesia, Herry Iman Pierngadi. Menurutnya kontrak baru menunggu pelantikan pengurus baru.

“Iya, itu kan kontrak bersama dengan pengurus yang lama, kontrak yang baru menunggu pelantikan pengurus baru lah. Ya kami nunggu aja sebab mepet kemarin bersama dengan persiapan Thailand ini,” katanya.

“Soal durasi kerja mirip terkecuali yang selanjutnya per dua tahun di kontraknya. Kalau yang saat ini tergantung pengurus barunya saja, yang penting salary-nya naik,” pelatih berjuluk Naga Api ini menambahkan.

 

 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *