Cerita Motivasi Untuk Semangat Diri Sendiri Dimasa Sulit 2021

Cerita Motivasi Untuk Semangat Diri Sendiri Dimasa Sulit 2021 – Tidak selamanya kita bisa menempuh hidup dengan penuh antusias. Sering- kali terdapat saja suasana serta situasi khusus yang membuat antusias dalam diri kita itu seketika menguap. Di saat- saat semacam seperti itu umumnya kita butuh men- charge balik diri kita, memuat kembali tangki- tangki dorongan yang sebelumnya nyaris kosong dengan sedikit tenaga buat kembali bertindak.

storiesofappreciation.com Salah satu metode memuat tong dorongan di dalam diri kita itu yakni dengan membaca narasi dorongan yang bermuatan kisah- kisah inspiratif. Terdapat banyak cerita inspiratif yang dapat kita baca dari yang bersumber pada cerita jelas seorang, cerita delusif, atau cerita cerita binatang dengan binatang selaku tokohnya. Selanjutnya sebagian narasi dorongan yang dapat kita peruntukan materi gagasan buat menempuh hari- hari.

Cerita Nelayan Ikan Asal Jepang

Terdapat suatu narasi dorongan menarik yang tiba dari seseorang nelayan di negeri Jepang yang mau buruan ikannya bisa terjual sedang dalam situasi fresh. Begitu juga kita ketahui, seseorang nelayan hendak berangkat melaut buat membekuk ikan ke lautan bebas sepanjang sebagian hari setelah itu terkini kembali ke bumi buat menjual hasil tangkapannya.

Sesuatu kala, semacam lazim para nelayan yang sudah ditunggu- tunggu kedatangannya oleh masyarakat dekat yang mau membeli ikan darinya kembali ke bumi. Masyarakat yang tidak adem kemudian mendobrak para nelayan itu, tetapi amat disayangkan hasil buruan ikan hari itu keadaannya telah mati sebaliknya masyarakat mau membeli ikan dalam situasi fresh.

Walhasil pemasaran ikan di hari itu tidak laris serta para nelayan berasumsi keras gimana triknya supaya ikan hasil tangkapannya dapat diperoleh oleh masyarakat. Setelah itu mereka menemukan ilham ialah dengan memasukkan ikan- ikan mati itu ke dalam freezer. Dengan penuh impian, para nelayan kembali ke bumi serta menawarkan ikan yang di dalam freezer itu, tetapi masyarakat kembali sungkan membeli ikan itu dengan alibi ikan telah mati walaupun telah dimasukkan ke dalam freezer keadaannya tidak sesegar kala sedang hidup.

Setelah itu para nelayan juga mencari metode kembali supaya masyarakat ingin membeli ikan hasil buruan mereka dalam situasi sedang hidup. Didapatkanlah suatu ilham ialah memasukkan ikan- ikan ke dalam suatu tong kecil yang diisi air, dengan impian ikan- ikan hendak senantiasa hidup sehabis kembalinya ke bumi.

Kembali dengan rasa antusias para nelayan berteriak berdengung pada masyarakat,“ Hai masyarakat, kali ini saya sudah sukses bawa ikan dalam situasi sedang hidup, apa kamu sedang tidak mau membelinya”. Tetapi apa yang terjalin, masyarakat kembali menyangkal ikan yang sedang hidup itu dengan alibi“ Mana bisa jadi saya yakin kalau ikan ini sedang fresh sebaliknya situasi ikan telah lesu serta tidak beranjak gesit”.

Kesimpulannya dengan penuh kekesalan para nelayan kembali berlayar sembari lalu mempertimbangkan strategi gimana metode ikan dapat hidup tetapi sedang dalam situasi fresh. Kemudian seseorang nelayan memiliki buah pikiran dengan metode memasukkan ikan hiu kecil ke dalam tong yang bermuatan ikan- ikan hasil buruan itu.

Apa yang terjalin kali ini? Masyarakat setelah itu menggemari ikan- ikan itu sebab mereka beranjak gesit kesana- kemari silih berkejar- kejaran dengan anak hiu yang sudah dimasukkan supaya tidak dimangsa serta bisa menjaga hidup.

Kesimpulan

Sering- kali dalam kehidupan juga kita membutuhkan“ ikan hiu kecil” buat membuat kita lalu beranjak sebab bungkam merupakan mati. Apa yang membuat kita bungkam? Kala kita tidak memiliki permasalahan serta terletak pada“ alam aman” yang membuat diri kita terbuai dengan seluruh kenyamanan.

Bukan berarti kita wajib mencari permasalahan dalam hidup, tetapi kita jadi mengarah lebih berleha- leha dalam suasana aman itu, saking amannya, sampai- sampai kita seakan semacam“ mati” dengan cara lama- lama. Kemudian apa yang membuat kita hidup lalu beranjak serta bertumbuh semacam seperti ikan dalam cerita mulanya? Tanggapannya merupakan“ permasalahan”.

Betul, dengan permasalahan ditambah titik berat dalam hidup yang diserahkan oleh Allah swt, kala itu pula dorongan hati kita beranjak dengan cara otomatis buat mencari pemecahan dari permasalahan itu. Dikala terburuk semacam itu, kita hendak memiliki banyak durasi serta benak buat mengenang Allah serta berharap kepada- Nya.

Oleh sebab itu, kita wajib mensyukuri“ hiu- hiu kecil” yang muncul dalam hidup kita. Janganlah sempat meringik sebab sesuatu dikala hiu kecil ini hendak bawa kita mengarah keceriaan yang abadi.

Isak Buat Adikku

Ini merupakan kisahku. Saya dilahirkan di suatu dusun pegunungan yang amat terasing. Tiap hari orang tuaku membajak tanah kering kuning dengan punggungmereka mengarah ke langit. Saya mempunya seseorang adik, ia 3 tahun lebih belia dari saya. Ia amat mencintaiku lebih dari saya mencintainya.

Sesuatu kala saya mengutip duit dari laci ayahku. Saya memakainya buat membeli suatu sapu tangan yang mana seluruh wanita disekitarku membawanya. Papa lekas mengetahuinya. Dia membuat adikku serta saya bersimpuh di depan tembok, dengan suatu gayung bambu di tangannya.

“ Siapa yang mencuri duit itu?” pertanyaan papa. Saya cuma terpana kekhawatiran. Papa tidak mengikuti siapapun berterus terang, ia meneruskan perkataannya“ Oke, jika sedemikian itu kamu berdua pantas dipukul!”

Datang datang adikku mencengkeram tangannya serta mengatakan“ Papa, saya yang melaksanakannya!”

Gayung jauh papa menghatam punggung adikku berkali- kali. Papa amat marah, lalu menembus mencambukinya hingga dia kehilangan kelelahan.“ Kalian telah berlatih mencuri dari rumah saat ini. Perihal apa lagi yang hendak kalian jalani di era kelak? Kalian pantas dipukul hingga mati! Kalian tidak ketahui malu!”.

Malamnya saya serta bunda tidur merangkul adikku. Badannya penuh cedera, tetapi ia tidak melimpahkan air mata serupa sekali. Dipertengahan malam saya mulai meratap melolong raung. Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya serta mengatakan“ Kak, janganlah meratap lagi. Saat ini seluruhnya telah terjalin.”

Kala adikku kategori 3 SMP, beliau lolos buat masuk ke SMA di pusat kota. Pada hari yang serupa saya diperoleh di universitas provinsi. Malam itu, papa berjongkok dihalaman, menghirup rokok, batang untuk batang.“ Kedua anak kita membagikan hasil yang baik, hasil yang melegakan” Bunda menyapu air matanya yang mengalir serta mengatakan,“ Apa manfaatnya?

Gimana bisa jadi kita dapat mendanai keduanya sekalian?”

Tanpa diduga, adikku berjalan pergi ke hadapan papa serta mengatakan,“ Papa saya tidak ingin meneruskan sekolah lagi, saya sudah lumayan membaca novel.”

Papa mengayunkan tangannya serta memukul adikku di mukanya.“ Kenapa kalian memiliki antusias yang lemas? Apalagi bila bapakmu ini wajib mengemis dijalanan aku hendak menyekolahkan kamu berdua hingga berakhir!!”

Setelah itu ia mengetuk tiap rumah di dusun buat meminjam duit. Saya mengulurkan tanganku selembut yang saya dapat ke wajah adikku yang membesar,“ Seseorang anak laki laki wajib melanjutkan sekolahnya, jika tidak beliau tidak hendak sempat meninggalkan lembah kekurangan ini,” Saya sudah menyudahi buat tidak melanjutkan ke Universitas.

Siapa duga esoknya, saat sebelum dinihari adikku meninggalkan rumah dengan sebagian lembar busana lusuh serta sedikit roti yang telah mengering. Ia meninggalkan secarik kertas diranjang bertuliskan“ Kak, masuk ke universitas tidak gampang, aku hendak berangkat mencari kegiatan serta mengirimimu duit”. Saya menggengam akrab kertas itu serta meratap denagan air mata berderai sampai suaraku lenyap. Kala itu adikku dewasa 17, saya 20 tahun.

Dari duit pinjaman papa serta yang adikku menghasilkan dari mengangkat semen saya kesimpulannya hingga tahun ketiga. Sesuatu hari saya lagi berlatih di kamarku, datang datang temanku masuk serta memberitahukan,“ Terdapat seseorang anak desa menunggumu diluar situ!”.

Saya berjalan pergi serta memandang adikku dari jauh, semua tubuhnya kotor tertutup abu semen serta pasir. Saya menanya,“ Kenapa kalian tidak bilang jika kalian merupakan adikku?” sembari menahan air mata. Ia mesem,“ Amati gimana penampilanku, mereka hendak menertawakanmu bila ketahui saya adikmu.”

Saya merasa terenyuh, serta air mata penuhi mataku. Saya membersihkan debu- debu dibadan adikku seluruhnya, tersekat- sekat mengatakan,“ Saya tidak hirau ocehan siapapun! Kalian merupakan adikku gimana juga penampilanmu.”

Dari sakunya, beliau menghasilkan suatu apit rambut berupa kupu- kupu, beliau memakaikannya kepadaku, serta menarangkan,“ Aku memandang seluruh wanita kota memanfaatkannya, jadi aku pikir kalian wajib memiliki satu.”

Saya tidak bisa menahan lebh lama lagi, saya menarik adikku kedalam pelukanku serta meratap, lalu meratap. Tahun itu beliau berumur 20 tahun, saya 23.

Kali awal saya bawa pacarku ke rumah, cermin jendela yang rusak sudah ditukar. Rumah nampak bersih tidak semacam tadinya. Sehabis pacarku kembali, saya berajojing di depan ibuku.“ Bu, bunda tidak butuh menghabiskan banyak durasi buat mensterilkan rumah kita!” Tetapi tuturnya, sembari mesem,“ Itu adikmu, yang kembali dini, mensterilkan rumah ini. Tidakkah kalian amati cedera ditangannya? Itu terluka sebab memasang cermin jendela terkini itu.”

Saya masuk ke dalam kamar adikku. Memandang wajah adikku yang langsing, ribuan jarum terasa menusukku. Saya mengoleskan pembasmi kuman ke lukanya serta membalutnya.“ Apakah itu sakit?” tanyaku. Ia menggelengkan kepala.

“ Tidak. Tidak sakit. Ini karena… Kalian ketahui, kala saya bertugas di posisi arsitektur, batu- batu berguguran di kakiku. Itu tidak menghentikanku bertugas, serta..” Di tengah perkataan itu beliau menyudahi. Saya membalikkan tubuhku memunggunginya, serta air mata kencang mengalir ke wajahku. Dikala itu ia 23. Saya 26.

Dilansir kompas.com Sehabis menikah, saya bermukim di kota. Kesekian kali suamiku serta saya memohon orangtuaku buat tiba serta bermukim bersama kita, namun mereka tidak ingin. Mereka bilang, sekali meninggalkan dusun, mereka tidak hendak ketahui wajib melakukan apa. Adikku pula tidak sepakat,“ Kak, jagalah mertuamu saja. Saya hendak melindungi papa serta bunda disini.”

Baca Juga :  Cerita Motivasi Hidup Dari Letjen TNI Dudung

Suamiku jadi ketua di pabriknya. Kita membutuhkan adikku jadi administrator unit perawatan. Namun adikku menyangkal ajuan itu. Beliau berkeras mengawali profesi selaku juru reparasi.

Sesuatu hari, adikku terletak di atas tangga buat membenarkan suatu kabel, ia terserang kejutan listrik serta wajib masuk rumah sakit. Saya serta suamiku berangkat menjenguknya. Memandang gips putih pada kakinya, saya mengomel,“ Kenapa kalian menyangkal jadi administrator? Administrator tidak wajib melaksanakan perihal beresiko yang berdampak semacam ini. Amati kalian saat ini. Lukamu sungguh- sungguh. Mengapa kalian tidak ingin mendengarku tadinya?”

Dengan muka sungguh- sungguh, ia membela keputusannya,“ Pikirkan kakak ipar. Ia terkini saja jadi ketua. Serta saya ini tidak berakal. Bila saya jadi administrator, angin lalu berbagai apa yang akan terhambur?”

Mata suamiku dipadati air mata, serta pergi kata- kataku terbata- bata,“ Tetapi kalian kurang pembelajaran sebab saya.”

“ Kenapa membahas era kemudian?” tutur adikku sambil memegang tanganku. Tahun itu, ia berumur 26. Saya 29.

Adikku berumur 30 tahun kala itu ia menikah dengan seseorang wanita orang tani dari dusun. Di kegiatan pernikahannya, pembawa kegiatan menanya kepadanya,“ Siapa yang sangat kalian hormati serta cintai?” Apalagi tanpa berasumsi ia menanggapi,“ Kakakku!”

Ia meneruskan dengan suatu narasi yang apalagi tidak kuingat.“ Kala aku berangkat sekolah dikala SD yang berada di dusun lain, aku serta kakak wajib berjalan 2 jam buat berangkat ke sekolah. Sesuatu hari aku kehabisan satu sarung tangan. Kakak aku membagikan satu miliknya. Beliau cuma mengenakan satu saja serta berjalan sepanjang 2 jam itu. Kala kita datang di rumah, tangannya bergetar cepat sebab cuaca yang sedemikian itu dinginnya, sampai- sampai ia tidak dapat menggenggam sumpit. Semenjak hari itu aku berjanji, sepanjang aku sedang hidup aku hendak melindungi kakak serta hendak senantiasa bagus padanya.”

Tepuk tangan membanjiri ruangan itu serta seluruh orang memalingkan atensi padaku.

Bibirku terasa kaku. Perkata sedemikian itu sulit kuucapkan,“ Dalam hidupku, orang yang sangat dalam atas dapat kasihku merupakan adikku.”

Serta dalam peluang bergembira ini, di depan gerombolan keramaian ini, air mata berderai turun dari wajahku semacam gerakan bengawan.

5 Pintu Mengarah Keelokan serta Kebahagiaan

Cerita ini menceritakan mengenai seseorang figur yang berawal dari Timur Tengah, ialah Nasrudin. Sesuatu durasi, figur itu lagi mencari sesuatu benda di laman rumahnya yang berpasir.

Benda yang dicari oleh Nasrudin nyatanya merupakan suatu jarum. Tetangganya yang memandang Nasrudin lalu turut menolong mencari jarum itu. Hendak namun, sehabis satu jam lamanya jarum itu senantiasa tidak ditemui.

Tetangganya kemudian menanya,“ Dimana jarum itu terguling?”

“ Jarumnya jatuh di dalam,” jawab Nasrudin.

“ Loh, jika jarumnya jatuh di dalam, lalu mengapa kita mencarinya di luar?”, menanggapi tetangganya.

Kemudian, dengan mimik muka wajah tanpa kesalahan, Nasrudin mendadak membalas,“ Sebab di dalam sangat hitam, di luar jelas.

Begitu cerita inspiratif pendek yang melukiskan pencarian kita hendak keceriaan serta keelokan. Sering- kali sehabis sulit lelah mencari di luar, kita justru tidak menemukan apa- apa.

Sebaliknya wilayah hitam yang tidak sering kita cari keceriaan serta keelokan di dalamnya merupakan wilayah di dalam diri kita sendiri. Beliau merupakan sumber yang tidak hendak sempat kering, penuh dengan keelokan serta keceriaan. Pula tidak butuh mencarinya sangat jauh sebab sumber itu terletak di dalam diri kita, dalam diri seluruh orang.

Tetapi, dampak dari peradaban, keserakahan, dan aspek luar yang lain membuat mayoritas orang mencari sumber itu di luar dirinya sendiri. Terdapat yang mencari wujud keceriaan dari tingginya kedudukan, busana yang elegan serta mahal, mobil terkini, kecantikan wajah dan rumah yang bagus.

Kenyataannya, masing- masing pencarian di wilayah luar itu tidak hendak sempat menciptakan apa- apa tidak hanya kekecewaan. Seluruhnya takkan berjalan lama. Kecantikan, misalnya, hendak kerut bersamaan bertambahnya umur. Mobil elegan hendak rengsek ataupun digantikan dengan mobil keluaran terkini, kedudukan besar juga hendak dicabut sebab pensiun.

Renungkanlah perkataan selanjutnya:

“ Tiap ekspedisi mencari keceriaan serta keelokan di luar dirimu sendiri, tentu hendak berakhir pada kekecewaan batin. Leads you nowhere. Serta, tiap kekesalan yang dirasakan dalam hidup senantiasa dimulai dari tahap pencarian di luar.”

Buat mencapai sesuatu kadar kehidupan yang dipadati dengan keceriaan serta keelokan, seorang sangat tidak wajib melampaui 5 pintu mengarah tempat itu.

Pintu awal yakni stop comparing, mulai flowing. Berhentilah menyamakan diri dengan orang lain. Mulailah mengalir. Orang berumur telah sebaiknya buat tidak sempat menyamakan buah hatinya dengan yang lain. Karena, tiap analogi tentu hendak membuat si anak buat mencari keceriaan di luar diri mereka.

Beban hidup yang dirasakan orang, ketidakindahan, kesusahan, senantiasa diawali dari menyamakan. Selaku ilustrasi, Si Raja Pop, yang kabarnya hidupnya kerap menyamakan dirinya sendiri dengan orang lain di sekelilingnya.

Sebab ketenarannya serta uangnya yang berlimpah, beliau sanggup mendanai‘ kegemaran’- nya buat melaksanakan pembedahan plastik pada mukanya berulang kali. Mereka yang hidup dari satu analogi ke analogi lain, tidak hendak sempat puas hendak nikmat yang sudah diserahkan padanya. Benar semacam hidup Si Raja Pop. So, leads you nowhere.

Oleh karena itu, ayo kita mengarah ke suatu titik, ialah mengalir( flowing). Kita mengalir mengarah kehidupan penuh dengan keelokan serta keceriaan yang terdapat di dalam diri sendiri. Sangat amat simpel apa yang kita ucap dengan‘ mengalir’ itu.

Simpel. Di dikala kita mulai berlatih buat menyambut diri sendiri, hingga dikala seperti itu kita hendak menciptakan tipe terbaik dari diri kita. Sehabis itu, keyakinan diri kita pula hendak timbul dengan sendirinya. Keyakinan pada diri sendiri amat berkaitan dengan keyakinan- keyakinan yang kita tabur di dalam diri.

“ Tidak terdapat kehidupan yang sangat bagus melainkan dengan jadi diri sendiri. Seperti itu wujud keelokan yang sebetulnya!”

Pintu kedua buat mengarah hidup yang penuh dengan keelokan serta keceriaan merupakan berikan.

Besar Prama berkata kalau karena penting kita terletak di atas alam merupakan buat berikan. Beliau pula mengatakan kalau bila kita sedang ragu buat berikan, hingga yang wajib kita jalani merupakan lalu berikan lebih banyak.

Beliau berupaya menerangkan kalau hiudp ini terdiri dari 3 tangga kencana kehidupan, ialah: I intend good, I do good, and I am good. Aku bernazar bagus, aku melaksanakan yang bagus, serta aku jadi orang bagus. Kita dapat melaksanakan keadaan bagus itu, bila kita berkonsentrasi pada perihal berikan.

Berikan tidak wajib senantiasa dalam perihal modul. Pemberian berupa lain semacam dekapan hangat, atensi, ataupun senyuman manis. Mereka yang kerap serta giat berikan, sesuatu kala hendak merambah wilayah yang penuh dengan keelokan serta keceriaan kilat ataupun lelet.

Kita pasti kerap berjumpa dengan banyak orang banyak. Beberapa dari mereka terdapat yang amat senang berikan, beberapa yang lain amat pelit. Bila kita teliti, mereka yang pelit kerapkali wajahnya nampak kering.

Sesuatu kala, orang banyak pelit itu menanya pada orang banyak yang ikhlas hati mengenai apa rahasia hidupnya yang sangat berarti. Orang banyak ikhlas hati kemudian menanggapi, sleep well, eat well.

Maksudnya, bayaran buat jadi senang tidak sempat mahal serta kompleks, malah amat ekonomis serta simpel. Beberapa orang kadangkala justru memperumit perihal yang mulanya simpel.

Bila kita sanggup mengutip pelajaran dari balasan orang banyak ikhlas hati itu, hingga bisa dipetik inti kalau janganlah sangat kelewatan pada diri sendiri, tidur seperlunya serta makan seperlunya. Berilah keunggulan yang terdapat pada diri kita pada orang lain.

Janganlah sempat terdapat kebingungan kalau tiap pemberian tidak terdapat yang menulis. Hiduplah semacam orang tani, mereka menanam apa yang dikemudian hari hendak mereka bagikan pada banyak orang lain yang menginginkan.

Pintu ketiga yakni sinar yang sinarnya berasal dari gelapnya hidup kita. Terus menjadi hitam hidup kita, hingga terus menjadi jelas sinar kita di dalam.

Cobalah cermati, sinar bintang di malam yang amat nampak cahayanya bila langitnya hitam. Demikian juga parafin di dalam ruangan, cahayanya hendak jelas jika ruangan itu hitam gelap.

Maksudnya, terus menjadi kita dihadapkan dengan bermacam berbagai permasalahan ataupun godaan hidup, hingga hendak terus menjadi bercahaya kita di dalam. Bila sesuatu kala kita mempunyau pimpinan yang buta hati, belajarlah dari perihal itu. Beliau terencana dikirim buat kita supaya kita memahami mengenai maksud kebijaksanaan.

Mereka yang lolos dari universitas kesusahan pada kesimpulannya tentu menciptakan maksud keelokan serta keceriaan dalam hidup. Terus menjadi banyak halangan dalam hidup yang kita lalui, makan hendak terus menjadi bercahaya hidup kita dari dalam.

Mengambil percakapan dari sufi populer, Jalaluddin Rumi, seluruhnya telah dikirim selaku pembibing kehidupan dari suatu tempat yang tidak sempat terbayangkan. Tidak hanyan orang banyak saja yang bermanfaat, orang miskin juga bermanfaat. Manfaatnya yakni tanpa orang miskin, hingga orang banyak tidak sempat nampak banyak.

Berikutnya, pintu keempat yakni kayangan tetapi bukan suatu tempat. Kayangan itu berbentuk susunan tindakan. Bila kita memandang hidup cuma dipadati dengan bujukan serta bermacam kesusahan, hingga kita tidak hendak berjumpa neraka sehabis mati, tetapi kita telah di neraka dikala itu. Sebaliknya kita hendak berjumpa kayangan, bila rangkaian- rangkaian tindakan kita betul.

Susunan tindakan itu dimulai dari menyudahi takut kepada seluruh perihal serta pastikan diri sendiri kalau everything will be allright. Yakinlah pada tiap berkah yang kita panjatkan pada- Nya senantiasa dikabulkan dengan cara- Nya yang terbaik.

Terakhir, pintu kelima ialah ketahui mengenai diri kita serta kita ketahui mengenai kehidupan.

Terdapat suatu narasi mengenai berkas binatang yang mau membuat sekolah sebab tidak ingin takluk dengan orang. Seluruh binatang itu setelah itu turut bimbingan serta diajari gimana metode berenang, berlari, serta melambung. Tetapi apa yang terjalin? Sehabis 11 tahun berjalan, hewan- hewan itu kesimpulannya merasa letih.

Serigala senantiasa cuma dapat berlari- lari, ikan senantiasa cuma dapat berenang, serta burung cuma dapat melambung. Tidak satupun dari mereka sanggup menekuni keahlian- keahlian yang lain. Dari pengalaman itu, kesimpulannya seluruh binatang mengutip suatu kesimpulan.

Kesimpulan kalau mereka wajib ketahui diri. Ikan harus ketahui diri jika mereka cuma dapat berenang, burung wajib ketahui diri cuma dapat melambung, serta serigala ketahui diri cuma dapat berlari saja. Seperti hewan- hewan itu, manusia- manusia yang tidak ketahui diri ialah orang yang tidak hendak sempat menciptakan keelokan serta keceriaan dalam hidupnya.

Ayo kita pikirkan bersama perkataan bijaksana selanjutnya ini:

“ Sumber kehidupan yang tidak hendak sempat kering berawal dari dalam diri. Sumber itu cuma bisa ditemui serta bisa kita cedok air di dalamnya bila kita sudah mengenali serta mengerti hendak diri kita sendiri. Bila kita sudah menciptakan diri kita, hingga itu maksudnya kita sudah mengenali maksud dari kehidupan.”