Budayakan dan Bangun Karakter Pemain Timnas U-19 Bermental Pemenang

Budayakan dan Bangun Karakter Pemain Timnas U-19 Bermental Pemenang¬† – Kamis malam, 17 September 2020, Timnas U- 19 di dasar besutan Shin Tae- yong( STy) hendak menempuh peperangan percobaan coba ke- 10. Tadinya, dalam peperangan percobaan coba berjudul” cara” versi STy, aku mengatakan STy telah

menggoreskan hasil 1– 1- 7, ialah 1 kali berhasil, 1 kali timbal, serta 7 kali takluk.

Gimana kurang lebih hasil cara peperangan ke- 10 dikala meladeni Qatar dipertemuan awal? Karena, percobaan coba versus Qatar hendak terjalin 2 kali. Dengan modal materi

yang dapat diucap cuma 25 pemeran yang tertinggal di Kroasia, sebab satu pemeran tidak menyambangi berasosiasi serta 2 pemeran sedang cidera, hingga, STy pasti hendak meneruskan cara coba- coba pemeran serta cara coba- coba mengubah posisi terkini pemeran.

Dari 3 perlombaan di Kroasia, STy paling tidak telah terlihat yakin pada 4 pemeran yang senantiasa diturunkan semenjak menit pertama

ialah Muhammad Adisatryo, Komang Tri Arta Nugraha, David Maulana, serta Witan Sulaeman, bukan tidak bisa jadi hendak terdapat pemeran lain yang pula hendak diyakini untuk mendekati cerminan kerangka regu.

Serta, pemeran yang hendak mulai diyakini merupakan pemeran yang cocok ekspektasi khalayak sepak bola nasional yang dalam 3 peperangan malah kerap bersandar dibangku persediaan.

Saat sebelum meladeni Qatar, bagaikan materi penilaian, aku menulis kalau Timnas U- 19 dikala takluk oleh Bulgaria serta Kroasia, bukan sebab perkara raga, tetapi lebih sebab modul pemeran yang diturunkan semenjak menit dini didominasi wajah terkini yang sedang memerlukan pengalaman serta jam melambung dan keahlian keterampilan orang yang kurang.

Terkini, dikala meladeni Arab Saudi, STy telah tidak keras batin, serta ingin merendahkan pemeran yang keterampilan individunya lebih bagus serta memiliki pengalaman serta jam melambung.

Apabila pada kesimpulannya STy membagikan penilaian kalau para pemeran Timnas U- 19 sedang kurang dalam” defend serta cover play” semacam dibeberkan dalam chanel You Tube PSSI, hingga sejatinya cocok dengan memo aku, sebab banyak pemeran wajah terkini yang diturunkan hingga keberanan dalam defend, ialah mengikhtiarkan, membela, menjaga, serta bertahan terlihat belum berani sebab belum terangkai chemistry yang bagus.

Tidak hanya itu, sebab sedang kurang chemistry nyata saja, perkara cover play juga pasti jadi permasalahan. Pemeran banyak yang sedang terlihat bimbang dikala wajib menutup rival. sehabis kehabisan bola, alhasil rival dengan gampang celus serta masuk ke zona pertahanan serta pengawal gawang kita seolah didiamkan buat sedia dijebol.

Jadi persoalan pula, apakah dalam peperangan percobaan coba ke- 10, STy hendak senantiasa fokus pada raga pemeran? Tidak hanya melaksanakan penilaian kalau Timnas U- 19 amat kurang dalam defend serta cover play, apakah dalam peperangan versus Qatar di pertemuan awal, STy senantiasa belum memperlengkapi pemeran dengan siasat serta strategi main?

Memanglah, apa juga alibi STy dalam memoles Timnas U- 19, sebab memanglah sedang dalam cara pembuatan regu, hingga seluruh statment STy boleh- boleh saja. Percobaan coba senantiasa tidak mempertimbangkan hasil akhir apakah berhasil ataupun takluk. Khalayak juga senantiasa wajib menahan atas usaha serta kemampuan STY yang memanglah sedang aktif.

Cuma melalui catatan ini, kembali aku menegaskan pada PSSI ataupun Ketua Metode PSSI, bisa saja STy senantiasa membagikan alibi Timnas sedang aktif. Tetapi, STy senantiasa wajib diingatkan, supaya menyuntik psikologis pemeran buat jadi juara, bukan pecundang. Ini Timnas, bukan regu pembinaan semacam di sepak bola pangkal rumput.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *